Cara Mudah Belajar Ikhlas

Kali ini kita akan bahas soal ikhlas. Ikhlas, bisa dibilang merupakan satu kata yang mudah sekali diucapkan. Tetapi seringkali sulit diterapkan. Gampang di lidah, sulit di perbuatan. Bahkan kadang dikatakan, bahwa ikhlas adalah sebuah pelajaran yang berlangsung seumur hidup kita.

Karena itulah, kali ini saya ingin membahas seputar cara mudah belajar ikhlas. Meskipun sebenarnya, tidak ada yang bisa dikatakan mudah, dalam pembelajaran ikhlas.

Tetapi bila benar-benar ingin belajar untuk ikhlas, maka cara yang paling mudah, adalah dengan memulai keikhlasan tersebut, dari hal-hal yang paling kecil dan sederhana.

Contoh yang pertama, ikhlaskanlah ketika orang lain lebih baik. Sering kita membandingkan diri kita, dengan orang lain. Apa-apa yang mereka punya, apa-apa yang mereka capai, dengan apa yang sampai sekarang masih belum kita miliki.

Padahal, kesuksesan orang lain, bukanlah kegagalan kita. Dalam hidup ini, masing-masing dari kita, hanya perlu berlomba dengan diri kita sendiri. Agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berkualitas dibandingkan kita yang kemarin. Bukan dengan orang lain. Karena tidak akan ada habisnya, bila Anda terus menerus membandingkan kehidupan Anda, dengan kehidupan orang lain.

Wajar, bila Anda ingin meraih banyak prestasi. Keinginan ini akan memupuk disiplin kita, serta kerja keras kita juga. Tetapi keberhasilan kita, tidak ada yang bisa menjaminnya. Di tiap tahap hidup ini, Anda akan selalu dipertemukan dengan orang yang lebih baik dari Anda. Maka ikhlaskanlah. Tetaplah belajar, dan tetaplah rendah hati.

Contoh kedua, belajarlah pula untuk ikhlas, meskipun kita sudah gagal berulang kali. Percaya tidak percaya, hampir semua dari kita pernah merasakan itu. Mencoba satu kali, gagal. Mencoba dua kali, gagal. Mencoba tiga kali, masih gagal lagi.


Baca Juga :


Kemudian kita berpikir, sampai kapan akan gagal terus? Semangat kita pun mulai padam, padahal gagal berkali-kali bukanlah alasan untuk menyerah.

Ikhlaskanlah kegagalan ini, dan lakukan evaluasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Karena sesungguhnya, bersama dengan kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Bila dua contoh keikhlasan ini sudah bisa kita terapkan, maka kita bisa masuk ke pembelajaran ikhlas yang selanjutnya. Yaitu belajar ihlas, ketika kita mendapatkan musibah.

Ini adalah satu hal yang semua dari kita pasti pernah mengalami. Meskipun dalam kadar yang tidak sama. Wujud musibah itu ada macam-macam, termasuk kehilangan anggota keluarga, rumah kebakaran, gagal ujian, dan lain-lain.

Semua orang sama-sama pernah diuji oleh Tuhan. Yang membedakan, hanyalah responnya. Sebagian memilih untuk mengeluh, sebagian lagi memilih untuk mencari hikmahnya. Opsi kedua inilah yang semestinya kita ambil.

Apapun cobaan yang saat ini kita hadapi, ikhlaskanlah. Temukan hikmahnya, temukan pelajarannya. Agar setelah ini kita bisa naik kelas menjadi pribadi yang lebih baik dan bijak.

Contoh lain lagi, kita juga harus bisa belajar untuk ikhlas, ketika perlakuan baik kita diabaikan. Anda mungkin sering merasakan ini. Anda sudah berbuat baik. Tapi tidak dianggap.

Apakah ini artinya kita perlu berhenti berbuat baik? Tentu tidak. Kita berbuat baik bukan untuk dinilai orang lain. Tetapi karena memang kebaikan itulah yang semestinya kita lakukan.

Ada kalanya pula kita memperjuangkan sesuatu yang benar, tetapi malah dibenci. Pengalaman seperti ini, juga harus belajar kita ikhlaskan. Jangan takut berbuat benar, hanya karena takut dibenci orang.

Kemudian selanjutnya, tidak kalah penting adalah penerapan ikhlas dalam kaitannya dengan hubungan sosial atau asmara. Kita harus bisa mengikhlaskan masa lalu dan kenangan yang telah lewat.

Jangan anggap perpisahan sebagai sebuah kegagalan. Anggaplah sebagai cara Tuhan untuk menyelamatkan kita dari hubungan yang salah.

Terakhir, ikhlaskanlah pula ketika kita tidak bisa melakukan segala hal. Adalah benar, bahwa kita perlu berusaha sebaik yang kita bisa. Tetapi itu bukan berarti bahwa kita akan bisa melakukan semuanya. Masing-masing dari kita memiliki peranan sendiri-sendiri. Maka ikhlaskanlah, sekalipun dalam hidup ini ada banyak hal yang belum bisa kita lakukan. Sedikit banyak kita harus jujur, pada apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan.

Kurang lebihnya seperti itulah, cara kita untuk mulai melatih keikhlasan. Bila contoh-contoh yang baru saja saya sampaikan ini bisa sama-sama kita terapkan, maka perlahan kita akan sadar, bahwa menjadi ikhlas itu tidak sesulit yang kita bayangkan.

Kapan kita bisa mulai melatih keikhlasan? Ya sekarang. Hari ini juga. Mulailah dari hal terkecil yg Anda bisa. Dengan begitu, secara perlahan Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan lebih berbakat untuk mengelola situasi, serta menghadapi persoalan apapun, yg mungkin menghadang di depan nanti.


Ada Pertanyaan? Jangan Ragu Untuk Konsultasi : Klik Via Whatsapp